Komparasi Regulasi Kemendag — DMO CPO & Minyak Goreng Rakyat

Perkembangan kebijakan domestik dan ekspor kelapa sawit · 2022 – 2025 · MCR Marunda

Theme
Size
Tata Kelola MGR / DMO Distribusi
Ketentuan Ekspor CPO & Turunan
Peraturan Teknis / Turunan
Semua Regulasi
Tata Kelola MGR
Ketentuan Ekspor
Peraturan Teknis
Timeline Kronologi
Matriks Perubahan Kunci
Diagram DMO & MGR
Diagram CPO & Ekspor
Cluster A — Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat (MGR)
PeraturanBerlakuStatusBentuk DMOTarget DMO NasionalHET / DPOSaluran DistribusiFaktor PengaliSanksiDiganti oleh
Permendag 33/2022
Tata Kelola Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR)
23 Mei 2022 Dicabut Curah saja Rp 14.000/liter curah
DPO ke produsen = Rp 9.300/kg CPO
Closed-loop system: produsen → PLU → pengecer. SIMIRAH mulai diimplementasikan. Administratif & pidana sesuai UU Perdagangan Permendag 41/2022 → 49/2022
Permendag 41/2022
Tata Kelola Minyak Goreng Kemasan Rakyat
Sep 2022 Dicabut Kemasan rakyat Rp 14.000/liter (Minyakita)
Mulai peluncuran merek Minyakita
Produsen → Distributor D1 → D2 → Pengecer Ditentukan terpisah (Kepmendag 1530/2022) Administratif Permendag 49/2022
Permendag 49/2022
Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat
3 Okt 2022 Diganti Curah Minyakita kemasan 300.000 ton/bln
(turun dari 450.000 – Apr 2023)
HET Minyakita Rp 14.000/liter
HET curah Rp 14.000/liter
Produsen → D1 BUMN/swasta → D2 → Pengecer. SIMIRAH wajib seluruh rantai. Curah: ×1
Kemasan bantal: ×2
Non-bantal: ×2,25
Rasio: 1:6 → 1:4 (Mei 2023)
Peringatan elektronik via SINSW, pembekuan PE, pencabutan PE Permendag 18/2024
Permendag 18/2024
Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola MGR
14 Agt 2024 Diganti Minyakita kemasan saja
Curah: dicoret
250.000 ton/bln HET Minyakita naik → Rp 15.700/liter
DPO produsen ke D1: Rp 13.500/liter
D1 wajib BUMN Pangan atau swasta berizin. Kemasan: 500 ml, 1L, 2L, 5L. Bantal: ×2
Non-bantal: ×2,25
Luar Jawa: +×1,3–1,65
Rasio: 1:4
Pembekuan penerbitan PE, pembekuan PE, pembekuan akun SIMIRAH Permendag 43/2025
Permendag 43/2025
Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola MGR (revisi)
26 Des 2025 ✓ Berlaku Minyakita kemasan saja 250.000 ton/bln HET: Rp 15.700/liter (tetap)
DPO: Rp 13.500/liter (tetap)
BUMN Pangan (Bulog/ID Food) wajib serap min. 35% DMO
Prioritas: pasar rakyat → Rumah Pangan Kita.
Bantal: ×2
Non-bantal: ×2,25
Rasio: 1:4
Sanksi diperkuat: pembekuan PE, SIMIRAH, pencabutan merek Minyakita, sanksi pemda ke pengecer.
⚠ Permendag 49/2022 mengalami evaluasi substansial pada April 2023 (Rakor Menko Marves): target DMO diturunkan 450K→300K ton, rasio pengali ekspor diturunkan 1:6→1:4. Perubahan diterapkan tanpa revisi formal — berlaku via kebijakan administratif per 1 Mei 2023.
Cluster B — Ketentuan Ekspor CPO & Produk Turunan Kelapa Sawit
PeraturanBerlakuStatusProduk yang DiaturKewajiban DMO untuk PEDokumen EksporSanksiDiganti oleh
Permendag 30/2022
Ketentuan Ekspor CPO, RBDPO, RBDPL, UCO (pasca larangan ekspor)
23 Mei 2022 Dicabut CPO · RBDPO · RBDPL · UCO Wajib bukti realisasi DMO dan DPO ke produsen minyak goreng curah PE (Persetujuan Ekspor) · masa berlaku 6 bulan Peringatan elektronik SINSW, pembekuan PE, pencabutan PE Permendag 50/2022
Permendag 50/2022
Ketentuan Ekspor CPO, RBDPO, RBDPL, UCO (konsolidasi)
Okt 2022 Diganti CPO · RBDPO · RBDPL · UCO Realisasi DMO & DPO = syarat pengajuan PE. HE dihitung dari volume DMO × faktor pengali. PE via INATRADE → SINSW. Laporan realisasi ekspor wajib. Peringatan elektronik, pembekuan PE, pencabutan PE Permendag 26/2024
Permendag 26/2024
Ketentuan Ekspor Produk Turunan Kelapa Sawit
11 Okt 2024 ✓ Berlaku CPO · RBDPO · RBDPL · UCO
+ Residu (POME · HAPOR · EFB oil)
HE = Volume DMO × Faktor Pengali (Kepmendag 1029/2024). HE dapat dialihkan ke pihak lain secara elektronik (maks. 1x). PE via INATRADE → SINSW. Cakupan diperluas ke KEK dan Kawasan Penimbunan Berikat. Pembekuan PE, pencabutan PE, sanksi administratif lain Permendag 2/2025 (perubahan parsial)
Permendag 2/2025
Perubahan atas Permendag 26/2024 (parsial)
2025 ✓ Berlaku Sama dengan Permendag 26/2024 + penyesuaian teknis Penyempurnaan mekanisme pengalihan HE dan pelaporan realisasi ekspor Penyesuaian prosedur INATRADE/SINSW Sesuai 26/2024 + penyesuaian
ℹ Sebelum Mei 2022 terdapat larangan ekspor total CPO & turunan (28 Apr – 23 Mei 2022) sebagai respons krisis kelangkaan minyak goreng. Permendag 30/2022 merupakan peraturan pertama yang membuka kembali ekspor dengan syarat DMO-DPO.
Cluster C — Peraturan Teknis & Turunan
PeraturanBerlakuStatusPokok PengaturanNilai / Besaran KunciCatatan
Kepmendag 1531/2022
Penetapan Target DMO Minyak Goreng Rakyat
2022Diganti Menetapkan target DMO nasional bulanan secara agregat Target: 300.000 ton/bulan Evaluasi target dilakukan periodik sesuai kondisi pasar & realisasi
Kepmendag 1530/2022
Penetapan Faktor Pengali Kemasan dan Faktor Pengali Regional
2022Diganti Menetapkan faktor pengali HE per jenis kemasan dan per wilayah tujuan distribusi Curah: ×1
Kemasan bantal: ×2
Regional (luar Jawa): insentif tambahan
Menjadi dasar Kepmendag 1029/2024
Kepdirjen PDN 82/2022
Penetapan Alokasi Produksi per Produsen Minyak Goreng
2022Masih rujukan Menetapkan kuota DMO per produsen berdasarkan kapasitas terpasang pabrik masing-masing (30 produsen terdaftar) Formula: Alokasᵢ = (Kap.Terpasangᵢ / Total Kap. Nasional) × Target Nasional Diperbarui jika ada perubahan kapasitas terpasang atau penambahan produsen.
Kepmendag 1029/2024
Penetapan Faktor Pengali Hak Ekspor (update)
2024✓ Berlaku Memperbarui faktor pengali HE sejalan dengan Permendag 18/2024 dan 26/2024 Kemasan bantal (≤1L): ×2
Non-bantal (≤5L): ×2,25
BUMN/ID Food: insentif HE tambahan
Luar Jawa: ×1,3–1,65
Menggantikan Kepmendag 1530/2022. Dasar hukum penghitungan HE yang digunakan Ditjen Daglu saat ini.
Panel ini menampilkan khusus peraturan tata kelola Program Minyak Goreng Rakyat (MGR) dari sisi distribusi domestik.
Tata Kelola MGR — Urutan Kronologis
PeraturanBerlakuStatusBentuk DMOTarget (ton/bln)HET MinyakitaInovasi Utama
Permendag 33/2022
Minyak Goreng Curah Rakyat
23 Mei 2022DicabutCurah sajaRp 14.000Pertama kalinya closed-loop system. SIMIRAH versi awal. DPO Rp 9.300/kg CPO.
Permendag 41/2022
Minyak Goreng Kemasan Rakyat
Sep 2022DicabutKemasanRp 14.000Peluncuran merek Minyakita. Rantai D1-D2-pengecer mulai terstandardisasi.
Permendag 49/2022
Program Minyak Goreng Rakyat
3 Okt 2022DigantiCurah + Minyakita300.000
(pernah 450K)
Rp 14.000Konsolidasi curah+kemasan. Faktor pengali ×2 bantal, ×2,25 non-bantal. Rasio ekspor awal 1:6 → direvisi 1:4 (Mei 2023).
Permendag 18/2024
MGR (Minyakita only)
14 Agt 2024DigantiMinyakita saja
Curah: keluar
250.000↑ Rp 15.700Curah dikeluarkan dari DMO. HET naik pertama kali sejak 2022. Target turun ke 250.000 ton.
Permendag 43/2025
MGR — penguatan BUMN & sanksi
26 Des 2025✓ AktifMinyakita saja250.000Rp 15.700Wajib 35% via BUMN (Bulog/ID Food). Pasar rakyat jadi prioritas utama. Sanksi diperkuat + pencabutan merek Minyakita.
Kebijakan ketentuan ekspor berhubungan langsung dengan kewajiban DMO — PE hanya diterbitkan jika produsen/eksportir telah memenuhi kewajiban DMO dan memiliki saldo HE positif.
Ketentuan Ekspor CPO & Produk Turunan — Perbandingan
PeraturanBerlakuStatusProduk Wajib DMOProduk Baru ditambahkanPengalihan HECakupan Kawasan
Permendag 30/2022
Mei 2022DicabutCPO, RBDPO, RBDPL, UCOTidak diatur secara eksplisitWilayah pabean reguler
Permendag 50/2022
Okt 2022DigantiCPO, RBDPO, RBDPL, UCODeposito HE dikembangkan (HE terkumpul = deposito, cair bertahap)Wilayah pabean reguler
Permendag 26/2024
Okt 2024✓ AktifCPO, RBDPO, RBDPL, UCOResidu: POME, HAPOR, EFB oilDapat dialihkan 1x secara elektronik via INATRADE+ KEK + Kawasan Penimbunan Berikat
Permendag 2/2025
2025✓ AktifSama dengan 26/2024Penyesuaian teknis pengalihan HESama dengan 26/2024
🔑 Penambahan residu (POME, HAPOR, EFB oil) di Permendag 26/2024 dipicu oleh lonjakan ekspor residu dari 300.000 ton → 1,8 juta ton dalam 2 tahun.
Peraturan Teknis & Turunan
PeraturanTahunStatusPokokNilai KunciRelasi
Kepmendag 1531/2022
Target DMO Nasional
2022DirevisiTarget DMO agregat per bulan300.000 ton/bln → pernah 450.000 → kembali 300.000 (Apr 2023)Dasar Permendag 49/2022 & 18/2024
Kepmendag 1530/2022
Faktor Pengali Kemasan & Regional
2022DigantiPenetapan faktor pengali HE berdasarkan jenis kemasan & wilayah distribusiCurah ×1 · Bantal ×2 · Regional: tambahanDiganti Kepmendag 1029/2024
Kepdirjen PDN 82/2022
Alokasi DMO per Produsen
2022Masih digunakanKuota DMO per produsen berdasarkan kapasitas terpasang. 30 produsen terdaftar.Alokasᵢ = (Kap.ᵢ / Kap.Nasional) × Target BulananDasar Surat Penetapan Alokasi bulanan Ditjen PDN
Kepmendag 1029/2024
Faktor Pengali HE (update)
2024✓ BerlakuFaktor pengali HE per jenis kemasan, insentif BUMN & regionalBantal ×2 · Non-bantal ×2,25 · Luar Jawa ×1,3–1,65 · BUMN: HE tambahanMengganti 1530/2022. Berlaku bersama Permendag 18/2024 & 26/2024
Kronologi Perkembangan Kebijakan
Jan – Apr 2022
Krisis Minyak Goreng + Larangan Ekspor Total
Harga minyak goreng melonjak akibat spekulasi & ketidakseimbangan pasokan. Pemerintah mengeluarkan larangan ekspor CPO & turunan (28 Apr – 23 Mei 2022).
23 Mei 2022
Permendag 30/2022 + Permendag 33/2022
Ekspor dibuka kembali dengan syarat DMO-DPO. Tata kelola minyak goreng curah rakyat (MGCR) diberlakukan pertama kali dengan closed-loop system dan SIMIRAH. DPO CPO Rp 9.300/kg, HET curah Rp 14.000/liter.
Sep 2022
Permendag 41/2022 — Peluncuran Minyakita
Program minyak goreng rakyat dalam kemasan diatur terpisah. Merek Minyakita diluncurkan. Rantai D1-D2-pengecer mulai terstandardisasi.
Okt 2022
Permendag 49/2022 + Permendag 50/2022
Konsolidasi besar: tata kelola curah+kemasan disatukan dalam satu permendag. Target DMO 300.000 ton/bln. Faktor pengali ×2/×2,25 mulai berlaku. Rasio ekspor 1:6.
Okt 2022
Kepdirjen PDN 82/2022
Ditetapkan alokasi DMO per produsen berdasarkan kapasitas terpasang — 30 produsen terdaftar.
Sep 2023 – Mei 2024
Realisasi DMO Terus Menurun
Target 300.000 ton/bln tidak pernah tercapai sejak Sep 2023. Per Apr 2024 hanya 151.158 ton (50,4%). Harga Minyakita menembus Rp 16.000-an — di atas HET Rp 14.000.
14 Agustus 2024
Permendag 18/2024 — Reformasi Besar
Minyak goreng curah dicoret dari program MGR. HET naik untuk pertama kalinya: Rp 14.000 → Rp 15.700/liter. Target DMO turun ke 250.000 ton/bln.
11 Oktober 2024
Permendag 26/2024 — Perluasan Produk
Residu kelapa sawit (POME, HAPOR, EFB oil) masuk ke kewajiban DMO. Cakupan diperluas ke KEK dan kawasan penimbunan berikat. HE dapat dialihkan 1x secara elektronik.
2024
Kepmendag 1029/2024
Faktor pengali HE diperbarui: bantal ×2, non-bantal ×2,25, luar Jawa ×1,3–1,65, insentif HE tambahan untuk BUMN.
26 Desember 2025
Permendag 43/2025 — Penguatan BUMN & Sanksi
BUMN Pangan (Bulog/ID Food) wajib serap min. 35% DMO. Sanksi diperkuat termasuk pencabutan merek Minyakita. Pemda diberi kewenangan menindak pengecer.
Jan – Mar 2026
Implementasi Permendag 43/2025
Per 26 Jan 2026 rata-rata harga Minyakita nasional Rp 16.621/liter (masih di atas HET Rp 15.700). Distribusi BUMN mulai mengalir.
Matriks Perubahan Kunci Lintas Regulasi
DimensiPermendag 33/41/2022
(awal)
Permendag 49/50/2022
(konsolidasi)
Apr 2023
(evaluasi administratif)
Permendag 18/26/2024
(reformasi)
Permendag 43/2025
(penguatan)
Bentuk DMOCurah saja (33/2022)
Kemasan (41/2022)
Curah + MinyakitaSamaMinyakita saja
Curah: dikeluarkan
Minyakita saja
Target DMO Nasional300.000 ton/bln↓ 300.000 ton/bln
(dari 450.000)
↓ 250.000 ton/bln250.000 ton/bln
HET MinyakitaRp 14.000/literRp 14.000/literRp 14.000 (tidak berubah)↑ Rp 15.700/liter
(naik pertama kali)
Rp 15.700/liter
DPO ke D1Rp 9.300/kg CPODitetapkan Ditjen PDNRp 13.500/literRp 13.500/liter
Faktor Pengali EksporBantal ×2 · Non-bantal ×2,25
Rasio dasar: 1:6
Rasio dasar ↓ 1:4Bantal ×2 · Non-bantal ×2,25
Rasio dasar: 1:4
Luar Jawa: +×1,3–1,65
Sama · Insentif BUMN: HE tambahan
Produk wajib DMO (ekspor)CPO · RBDPO · RBDPL · UCO
4 produk
4 produk4 produk↑ 5 kelompok
+ POME, HAPOR, EFB oil
5 kelompok
Peran BUMN PanganOpsionalD1 BUMN atau swasta berizinSamaD1 BUMN mendapat insentif HE lebih tinggiWajib serap min. 35% DMO
Bulog & ID Food
Prioritas DistribusiTidak eksplisitD1→D2→Pengecer (closed loop)SamaD1 BUMN diutamakan untuk HE lebih tinggiPasar rakyat = prioritas utama
Koperasi Desa dpt ditunjuk
Kemasan yang diakuiCurah & 1–2LCurah + bantal (≤1L) + kemasan lainInsentif kemasan dinaikkan500ml · 1L · 2L · 5L
(curah tidak lagi diakui)
500ml · 1L · 2L · 5L
SanksiAdministratif & pidana UU PerdaganganPeringatan SINSW · Pembekuan PE · Pencabutan PESamaPembekuan penerbitan PE · Pembekuan PE · Pembekuan SIMIRAH+ Pencabutan merek Minyakita
+ Sanksi pemda ke pengecer
Cakupan kawasan eksporWilayah pabean regulerWilayah pabean regulerSama+ KEK + Penimbunan BerikatSama
Pengalihan HETidak diaturDeposito HE (dikunci, cair bertahap)Deposito dicairkan bertahap Mei 2023–Jan 2024Dapat dialihkan 1x elektronikSama
Dasar hukum alokasi produsenKepdirjen PDN 82/2022SamaSamaSama (masih berlaku)
🔑 Tiga perubahan paling substansial sepanjang 2022–2025: (1) Pengeluaran curah dari DMO (Permendag 18/2024); (2) Penambahan residu POME/HAPOR/EFB ke kewajiban DMO (Permendag 26/2024); (3) Kewajiban 35% BUMN (Permendag 43/2025).
Diagram 1 — Alur Ekspor CPO & Produk Turunan (Permendag 26/2024)
Ketentuan ekspor · Hak Ekspor (HE) · Persetujuan Ekspor (PE) · Sanksi
PRA-EKSPOR PERSETUJUAN EKSPOR PEB & FISKAL MONITORING Fase 1 — Pra-ekspor: penunaian kewajiban DMO 1a. Alokasi bulanan Perdirjen Dagri tetapkan kuota DMO per produsen sesuai kapasitas terpasang pabrik (ton/bulan) 1b. Produksi Minyakita Produsen wajib pasok min. 35% alokasi ke BUMN / distributor D1 dengan HET yang berlaku 1c. Pelaporan SIMIRAH Setiap distribusi ke D1/D2/ pengecer dilaporkan ke SIMIRAH Kemendag secara real-time Hak Ekspor (HE) terbentuk otomatis di SIMIRAH HE = volume DMO realisasi × faktor pengali · ×2,00 kemasan bantal · ×2,25 non-bantal / CPO curah HE tersedia Fase 2 — Permohonan & penerbitan Persetujuan Ekspor (PE) 2a. Daftar eksportir Wajib miliki NIB aktif + akun INATRADE + saldo HE mencukupi + NPIK jika berlaku + API-P / API-U aktif 2b. Ajukan PE online Input di INATRADE: volume (MT), tujuan negara, HS code, nilai estimasi + lampiran dokumen pendukung 2c. Verifikasi Kemendag Sistem cek kecukupan HE, validasi HS code & negara tujuan. PE terbit otomatis jika semua syarat terpenuhi PE diterbitkan Kemendag via SINSW — berlaku 60 hari sejak terbit Memuat: volume disetujui (MT), HS code, negara tujuan, nomor PE, masa berlaku · Saldo HE langsung terpotong PE valid Fase 3 — Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) & kewajiban fiskal 3a. Pengisian PEB Input di CEISA: nomor PE, HS code, volume (MT), nilai FOB, pelabuhan muat, nama kapal 3b. Validasi CEISA Cek: nomor PE valid, volume PEB ≤ saldo HE, HS code sesuai komoditas PE, masa berlaku aktif 3c. Hitung BK & PE BK: HR × tarif PMK 38 USD 0–288/MT bertingkat PE BPDPKS via SiBilly maks. 7,5% dari HR CPO Bea Keluar — PMK 38/2024 HR < USD 680 → BK=0 · HR 680–749 → USD 52/MT HR ≥ USD 1.500 → maks. USD 288/MT · Bayar via MPN (NTPN) Pungutan Ekspor BPDPKS — PMK 62/2024 Tarif progresif maks. 7,5% dari HR CPO Bayar ke Bank Pengumpul BPDPKS · Bukti: NTPL NTPN (BK) + NTPL (PE BPDPKS) → diserahkan ke CEISA → NPE terbit → barang boleh muat & tinggalkan pabean Fase 4 — Pasca ekspor & pengawasan 4a. Rekonsiliasi DJBC kirim realisasi PEB per eksportir ke BPDPKS tiap bulan untuk rekonsiliasi saldo DMO & HE 4b. Monitor saldo HE Saldo HE berkurang tiap realisasi PEB. Pantau di SIMIRAH. Jika habis, perlu top-up via DMO bulan berikutnya 4c. Sanksi pelanggaran Peringatan via SINSW → Pembekuan PE aktif → Pembekuan akun SIMIRAH eksportir → Larangan ekspor siklus berulang → DMO bulan berikutnya memperbarui saldo HE Legenda singkatan HR = Harga Referensi CPO (Kemendag, tiap bulan) HE = Hak Ekspor DMO = Domestic Market Obligation PE = Persetujuan Ekspor PEB = Pemberitahuan Ekspor Barang NPE = Nota Pelayanan Ekspor BK = Bea Keluar FOB = Free On Board NTPN = Nomor Transaksi Penerimaan Negara (bukti bayar BK ke Kas Negara via MPN) NTPL = Nomor Transaksi Pungutan Lainnya (bukti bayar PE ke BPDPKS via SiBilly) CEISA = sistem kepabeanan DJBC SINSW = portal NSW INATRADE = portal perizinan Kemendag SIMIRAH = sistem informasi minyak goreng Kemendag SiBilly = sistem billing BPDPKS
Diagram 2 — Peta Grup Induk Produsen Minyak Goreng Indonesia
Konglomerasi kelapa sawit · Kepemilikan pabrik · Merek & anak perusahaan · Data ekspor MCR Marunda per 30 Mar 2026
Peta Grup Induk Minyak Sawit Indonesia Konglomerasi multinasional & perusahaan nasional di sektor CPO dan minyak sawit KONGLOMERASI MULTINASIONAL Sinar Mas Group Konglomerasi | Indonesia Pendiri: Eka Tjipta Widjaja | Est. 1938 Aset >USD 40 miliar | Bisnis diversified Golden Agri-Resources SGX: GGR | Singapura Perkebunan: >500.000 ha di Indonesia Kapasitas TBS: 13 juta ton/tahun PT SMART Tbk IDX: SMAR | Jakarta Kapasitas refinery: ~4 juta ton/tahun Produk: Olein, Stearin, Minyak Goreng ▲ Ekspor, Periksa Fisik Marunda 1.689.000 KGM | HS 15119037 + 15119039 Wilmar International SGX: F34 | Singapura Revenue: USD 67 miliar (FY2022) Prosesor & trader sawit terbesar dunia PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik, Jawa Timur Kapasitas refinery: 6.000 ton/hari Produk: Olein, Stearin, Fatty Acid PT Multimas Nabati Asahan Kuala Tanjung, Asahan, Sumut Refinery & fraksinasi CPO berskala besar Dekat Pelabuhan Ekspor Kuala Tanjung Royal Golden Eagle (RGE) Grup Privat | Sukanto Tanoto HQ: Singapura | Est. 1973 Bisnis: sawit, pulp & paper, energi, rayon Apical Group Palm oil arm RGE | Global Kapasitas: >4 juta ton CPO/tahun 13 fasilitas pengolahan di 5 negara PT Asianagro Agungjaya Tanjung Balai, Asahan, Sumut Kapasitas refinery: 1.500 ton CPO/hari Produk: RBD Olein, Stearin, PFAD ▲ Ekspor, Periksa Fisik Marunda 16.342.131 KGM | HS 15119036 + 15119039 Musim Mas Group Swasta | Medan, Sumatra Utara Keluarga Anwar Karim | Est. 1972 Eksportir CPO terbesar ke-3 Indonesia PT Musim Mas Belawan, Medan | Est. 1972 Kapasitas refinery: 3.000 ton/hari Ekspor: Olein, Stearin, Biodiesel PT Intibenua Perkasatama Dumai, Riau Anak usaha Musim Mas | Refinery Kapasitas: 2.000 ton CPO/hari RELASI SAUDARA PEMILIK PT Bina Karya Prima Swasta | Jakarta & Belawan, Sumut Afiliasi Keluarga Anwar Karim (Musim Mas) Minyak goreng konsumer, oleokimia, ekspor ▲ Ekspor, Periksa Fisik Marunda 2.855.106 KGM | HS 15119036 AFILIASI KONGLOMERASI NASIONAL & PERUSAHAAN MANDIRI Astra International IDX: ASII | Jakarta Jardine Matheson: 50,1% saham Konglomerasi: otomotif, agri, infrastruktur PT Astra Agro Lestari IDX: AALI | Jakarta | Est. 1988 Perkebunan: >300.000 ha, 5 provinsi 31 pabrik kelapa sawit (PKS) PT Tanjung Sarana Lestari Morowali, Sulawesi Tengah Anak perusahaan PT AAL Perkebunan sawit & pabrik CPO HSA Group Dubai, UAE | Hasnur Group Berbasis di Kalimantan Selatan Diversifikasi: sawit, batu bara, properti PIL Group Pacific Inter-Link Sdn Bhd Kuala Lumpur, Malaysia Trading, refinery & distribusi global PT Pacific Indopalm Industries Dumai, Riau Kapasitas refinery: 1.200 ton/hari Produk: RBD Olein, Stearin, PFAD Mewah International SGX: MCI | Singapura | Est. 1994 Revenue: ~SGD 8 miliar (FY2022) Refinery, fraksinasi & distribusi B2B PT Agro Raya Mas Jakarta | Ex PT Able Commodities Anak usaha Mewah di Indonesia Pengolahan & perdagangan CPO Perusahaan Mandiri Tidak di bawah konglomerasi Berdiri sendiri / perusahaan independen Skala menengah, orientasi pasar domestik PT Mahesi Agri Karya Surabaya | Est. 2010 Perdagangan minyak sawit Pasar domestik PT Kusuma Mukti Karanganyar, Jawa Tengah Perkebunan & pengolahan sawit Skala regional Jawa Tengah PT Wahana Citra Nabati Jakarta | Perusahaan Mandiri Perdagangan & distribusi minyak sawit Pasar domestik & ekspor skala menengah ▲ Ekspor, Periksa Fisik Marunda 543.920 KGM | HS 15119036 Legenda: Sinar Mas Wilmar RGE / Apical Musim Mas Astra HSA Mewah Mandiri BKP (Afiliasi) Relasi Saudara Pemilik Ekspor, Periksa Fisik Marunda (per 30 Mar 2026) * Data bersumber dari laporan publik perusahaan, keterbukaan informasi bursa, dan literatur industri. Kapasitas, kepemilikan saham, dan struktur grup dapat berubah sewaktu-waktu. ▲ Data eksportasi minyak goreng kelapa sawit (HS 1511) melalui KPPBC MCR Marunda sebagai kantor periksa, per 30 Maret 2026. Grand total: 21.430.157 KGM.
Diagram 3 — Mekanisme Alokasi DMO per Produsen
Tahap 1–5 · Pendataan kapasitas → Alokasi bulanan → Ambang 35% BUMN → HE → Sanksi
Mekanisme Penetapan Alokasi DMO per Produsen Minyak Goreng Tahap 1 — Pendataan kapasitas terpasang (dilakukan sekali / setiap ada perubahan kapasitas) Produsen mendaftar ke Kemendag sebagai peserta program MGR via SIMIRAH Syarat: NIB/IUI aktif, data mesin, rencana produksi bulanan per SKU Verifikasi pabrik Kemendag verifikasi kapasitas terpasang (ton/hari atau ton/bulan) Tim teknis Ditjen PDN periksa lapangan & cross-check data mesin di SIMIRAH Kepdirjen PDN ditetapkan Kuota per produsen dicantumkan dalam lampiran keputusan 30 produsen terdaftar (Kepdirjen PDN 82/2022) — diperbarui jika ada perubahan Kepdirjen PDN No. 82 Tahun 2022 Menetapkan alokasi produksi 30 produsen berdasarkan kapasitas terpasang pabrik masing-masing Tahap 2 — Penetapan alokasi bulanan (berulang setiap awal bulan) Formula alokasi bulanan per produsen: Alokasii = ( Kapasitas Terpasangi / Total Kapasitas Nasional ) × Target DMO Nasional Bulan Berjalan Target nasional 250.000 ton/bulan (Permendag 43/2025) Dapat direvisi jika kondisi pasokan berubah Produsen A (contoh) Kapasitas: 5% dari total nasional → Alokasi: 12.500 ton/bulan 5% × 250.000 = 12.500 ton Produsen B (contoh) Kapasitas: 10% dari total nasional → Alokasi: 25.000 ton/bulan 10% × 250.000 = 25.000 ton Surat Penetapan Alokasi diterbitkan Ditjen PDN tiap awal bulan · Revisi dimungkinkan jika kondisi pasokan nasional berubah signifikan Tahap 3 — Ambang batas kewajiban minimum (Permendag 43/2025) Kewajiban minimum produsen Min. 35% dari alokasi bulanan wajib tersalur ke BUMN pangan / distributor D1 berizin Kemendag dan terlaporkan di SIMIRAH Dasar hukum: Pasal 5 Permendag 43/2025 Contoh: Produsen A Alokasi bulanan: 12.500 ton Wajib min (35%): 12.500 × 35% = 4.375 ton → BUMN/D1 Sisa 65% (8.125 ton): bebas ke saluran lain Seluruh realisasi wajib dilaporkan ke SIMIRAH Tahap 4 — Konversi realisasi DMO menjadi Hak Ekspor (HE) HE = Realisasi DMO × Faktor Pengali (Kepmendag 1029/2024) · Diterbitkan Ditjen Daglu setelah verifikasi data SIMIRAH DMO Minyakita kemasan bantal Faktor pengali ×2 1 ton DMO → 2 ton HE RBDPL DMO Minyakita kemasan non-bantal Faktor pengali ×2,25 1 ton DMO → 2,25 ton HE RBDPL Insentif distribusi BUMN Mendapat insentif HE tambahan di atas faktor pengali standar Tahap 5 — Konsekuensi jika DMO tidak terpenuhi HE tidak terbentuk Tidak dapat mengajukan PE (Persetujuan Ekspor) untuk CPO dan seluruh turunannya Pembekuan PE Seluruh persetujuan ekspor dibekukan hingga kewajiban DMO terpenuhi & diverifikasi Pembekuan akun SIMIRAH Akses sistem ditangguhkan · Rantai distribusi dan pelaporan DMO terhenti sepenuhnya Pemulihan: keberatan dapat diajukan ke Kemendag dalam 30 hari kerja · Status aktif kembali setelah verifikasi pemenuhan DMO di SIMIRAH Dasar hukum: Kepdirjen PDN 82/2022 (alokasi) · Kepmendag 1029/2024 (faktor pengali) · Permendag 43/2025 (ambang 35%)
Diagram 4 — Timeline Kebijakan CPO Indonesia
Kronologi kebijakan hulu-hilir kelapa sawit · larangan ekspor · DMO · PE · BK progresif
2021 Nov 2021 — Perpres 9/2022 ditetapkan Pembentukan BPDPKS, penugasan pungutan ekspor sawit 2022 Jan 2022 — Permendag 2/2022 Kewajiban DMO 20% + DPO Rp 9.300/liter Mar 2022 — Permendag 8/2022 Perluasan DMO — wajib pasok seluruh produsen CPO 28 Apr 2022 — Permendag 22/2022 LARANGAN EKSPOR CPO, RBD Olein, minyak goreng 23 Mei 2022 — Pencabutan larangan ekspor Permendag 30/2022 — syarat: telah penuhi DMO Jul 2022 — Permendag 38/2022 Pengetatan DMO — wajib pasok minyak goreng curah Sep 2022 — PMK 123/2022 Tarif bea keluar progresif berbasis HPE berlaku 2023 2023 — SIMIRAH 2.0 aktif Sistem monitoring distribusi minyak goreng & CPO 2024–2025 — Mandatori B35 → B40 Peningkatan serapan domestik CPO via biodiesel
Diagram 5 — Kelembagaan & Kewenangan Regulasi CPO
Kemendag · Kemenkeu · DJBC · BPDPKS · Ditjen PDN · Ditjen Daglu · Hubungan antar lembaga
CPO & turunan Ekspor / domestik Kemendag Persetujuan ekspor, DMO, DPO, HPE Kemenkeu / DJBC Bea keluar, pengawasan ekspor BPDPKS Pungutan ekspor, biodiesel Kementan Produksi, perkebunan sawit KPPU Pengawasan persaingan pasar Satgas Pangan / Polri Penegakan hukum, penindakan SIMIRAH 2.0 Sistem informasi monitoring CPO Kemen ESDM Mandatori biodiesel B35/B40 Ekosistem regulasi CPO Indonesia — multi-kementerian dan lembaga
Diagram 6 — Struktur Tarif Bea Keluar Progresif CPO
Harga referensi CPO · Tarif BK berjenjang · PMK · Pengaruh terhadap HE dan PE
Struktur tarif bea keluar CPO dan produk turunan (PMK 123/2022) HPE (USD/ton) → semakin tinggi HPE, tarif BK semakin besar HPE (USD/ton) BK CPO BK RBD Palm Olein BK Palm Kernel ≤ 680 0 USD/ton 0 USD/ton 0 USD/ton 681 – 750 3 USD/ton 2 USD/ton 3 USD/ton 751 – 800 18 USD/ton 13 USD/ton 18 USD/ton 801 – 850 33 USD/ton 23 USD/ton 33 USD/ton 851 – 950 52 USD/ton 37 USD/ton 52 USD/ton 951 – 1.000 74 USD/ton 52 USD/ton 74 USD/ton 1.001 – 1.050 98 USD/ton 70 USD/ton 98 USD/ton 1.051 – 1.150 130 USD/ton 93 USD/ton 130 USD/ton > 1.150 maks. 288 USD/ton maks. 200 USD/ton maks. 240 USD/ton Pungutan ekspor (PE) oleh BPDPKS — terpisah dari BK: CPO: 50–240 USD/ton · RBD Palm Olein: 30–200 USD/ton · Biodiesel: 50–240 USD/ton Penerimaan PE digunakan untuk mendanai program biodiesel dan subsidi minyak goreng
Diagram 7 — Rantai Produk Turunan Kelapa Sawit
CPO → RBDPO → RBDPL → Minyakita · Oleokimia · Biodiesel · Pakan Ternak · Pupuk Organik
Hulu Buah kelapa sawit (TBS) Tandan buah segar Produk primer CPO Crude Palm Oil CPKO Crude Palm Kernel Oil Produk olahan / refined RBD Palm Oil Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein Fraksi cair Palm Stearin Fraksi padat RBDPKO Palm kernel oil refined Palm Kernel Bungkil inti sawit Produk hilir — pangan Minyak goreng Konsumsi rumah tangga Margarin / shortening Industri bakeri Vanaspati Lemak nabati Sabun & oleokimia Produk hilir — non pangan Biodiesel (B35/B40) FAME – energi Kosmetik Gliserin, surfaktan Pelumas industri Bio-lubricant Deterjen Linear alkylbenzene Pakan Ternak Palm kernel meal Pupuk Organik Residu pengolahan PKO Legenda: Produk primer CPO / CPKO Pangan Non-pangan Jalur langsung CPO → produk hilir non-pangan
Diagram 8 — Regulasi Ekspor Produk Turunan Sawit (Permendag 26/2024)
Alur PE · HE · Produk wajib DMO · Sanksi · KEK · Kawasan Penimbunan Berikat
Eksportir CPO Produsen / trader Penuhi kewajiban DMO? Pasok Minyakita kemasan ke pasar domestik Tidak Sanksi: Larangan ekspor Pencabutan persetujuan ekspor Ya Penuhi kewajiban DPO Harga patokan domestik minyak goreng Cek HPE (Harga Patokan Ekspor) Ditetapkan Kemendag setiap bulan Tarif bea keluar (BK) progresif PMK 123/2022 — berdasarkan HPE CPO: 0–288 USD/ton Pungutan ekspor (PE) BPDPKS — 50–240 USD/ton Persetujuan Ekspor (PE) — Kemendag Wajib sebelum realisasi ekspor Ekspor CPO / turunan sah Dilaporkan ke DJBC & Kemendag SIMIRAH Larangan ekspor 2022 Permendag 22/2022 (28 Apr–23 Mei) Dasar hukum: Permendag 8/2022, 22/2022, 38/2022, 49/2022 · PMK 123/2022 · Perpres 9/2022 · UU 7/2014